Minggu, 05 Februari 2012

SUDAH KERING MI,..!!

Di satu pagi yang cerah,..matahari belum begitu "garang" memancarkan sinarnya,..dua anak kecil bermain di dalam rumah,..si ibu asyik berkutat dengan rutinitasnya sebagai seorang ibu rumah tangga,..melihat pancaran sinar matahari yg tak begitu terik, si ibu berhenti bekerja dan berkata kepada anak-anaknya,..ayoo,..ayoo pada berjemur,..mataharinya ga terlalu panas tuu... si ade dengan semngat 2011 segera membuka bajunya dan berlari keluar...sedang si kakak hanya terdiam lalu duduk menatap si ade yang bermain seorang diri di luar..cukup tidak tertarik sepertinya ikut ambil bagian mendapatkan pancaran sinar mentari,..si ibu berucap " kak, kenapa ga keluar?berjemur sana sama ade' ". kakak : " ga mau ah ,kk malas. memang kenapa si mi?". ibu : " eeh jangan malas, sinar matahari itu bagus untuk pembentukan tulang-tulangnya kakak, biar tambah kuat tulangnya. kk : ' aiih mi kk malas, kaka juga sudah "kering" ko mi, jadi ga usah di jemur lagi..", umi : " ###@@@***..bengong bin melongo..ada-ada aja ni si anak ...^^

♥PUISI CINTA SANG BIDADARI DUNIA ♥

(copas from ummu khansa)

♥Katakan padaku saudariku, apakah permasalahannya?♥Suamimu, suamiku, boleh memiliki sampai 4 istri kalau Allah berkehendak.♥Jelaskan padanya, kenapa kau begitu tertekan seolah2 semua adalah tanggungjawabmu (semua terjadi akibat dirimu)..♥Puasalah di bulan ramadhan, jagalah sholatmu, ta'ati suamimu, dan lakukan kegiatanmu..♥Kita wanita memang tidak seperti pria, kita menjadikan suami suami kita sebagai teman terbaik dan terdekat kita..♥

.♥Tapi Allah tidak menciptakan laki-laki seperti wanita...♥

.♥"Nikahilah dua, tiga, atau empat" maka jangan salahkan suamimu jika dia menginginkan istri lebih..♥

.♥Mengapa kau mengharamkan yg Allah halalkan untuknya?.♥
...
.♥Engkau melarang suamimu melakukannya, bahkan berani berdiri menghalanginya dengan kasar..♥

.♥Polygami memang lebih mudah diucapkan daripada di praktekkan. bagi sang suami, begitupula bagi sang istri..♥

.♥Tapi jangan pernah mengkhawatirkan siapa yg paling suamimu cintai dalam hatinya. hal ini adalah ketentuan Allah, berusahalah mendapatkan ridho-Nya..♥

.♥Karena tujuanmu adalah Jannah, karena dunia ini hanyalah tempat persinggahan.♥

.♥Ukhty, janganlah engkau memikirkan "apa yang sedang mereka lakukan?". lakukan sajalah apa yg harusnya kau lakukan...♥

.♥Rencanakan segala urusanmu, tata dan percantiklah dirimu saat suamimu bersamamu..

.♥Ya, saya mengerti memang polygami tentunya terasa berat bagi istri pertama, bahkan bagi sebagian wanita, polygami lebih menyakitkan daripada sayatan pisau tertajam sekalipun...♥

.♥Tapi pikirkan juga apa yg calon madumu rasakan? Dia tidak mengenal suamimu sebaik dirimu mengenalnya.♥.

.♥Pastilah akan mengkhawatirkan juga baginya...♥

.♥Ayolah, beritahu madumu masakan daging kesukaan suamimu.♥

.♥Dan madumu akan berbagi buku resep favoritnya denganmu.. :).♥

.♥Ingatlah, bahwa Jannah-lah yang engkau tuju, bukan sekedar cinta suamimu saja..♥

.♥Jikalau hanya suamimu tujuan akhirmu, maka engkau telah salah tujuan ya ukhty...♥

.♥Agama ini adalah nasihat, maka inilah nasihatku untukmu...♥

.♥Jangan kuatirkan "Apa yang mereka lakukan".♥

.♥Cukup lakukan "tugasmu" ( dengan baik) saat tiba giliranmu bersama suamimu...♥

.♥Copy right by MuslimahSister PapaBear'sSugar.Translate by Tiara Alkatiri..♥

SI ANAK PERFEKSIONIS* DAN SI IBU PLEGMATIS*

Judul ini muncul tiba-tiba di kepala, setelah akhir-akhir ini melihat sulungku, Muhammad (4 tahun setengah). Mulai menunjukkan perubahan-perubahan yang cukup menggelitik. Tak Cuma sekali dua kali ia memperlihatkan sikap keperfeksionisanya.
                Pernah di suatu malam si ibu plegmatis baru pulang dengan anak-anaknya sehabis berjalan-jalan dari rumah salah seorang rekan. Setiba di rumah, berhubung si adik ngantuk berat sehingga menjadi cukup rewel dan si ibupun juga cukup letih mengingat  hampir seharian beraktivitas, maka mereka bergegas ke kamar untuk tidur. Dengan menghamparkan sprey seadanya ke atas kasur, tidurlah si ibu dan si adek di atas ranjang. Tiba-tiba si anak perfeksionis menggerutu, “ii..iiihhh…ini spleinya (sprey maksudnya) naah jelek betul, sambil tangannya sibuk menyempurnakan ujung sprei ke masing-masing sudut ranjang. "Nah, liat nah mi...", dia tarik sudut sprey yang satu, sedang ujung sprey yang lain tertarik. Ia lakukan berulang-ulang sampai akhirnya berhenti sendiri. Lalu berucap lagi, “mii, ini nah mii. Susah betul…lebarin lagi sampai di situ nah mi (di sudut-sudut ranjang). aku mau baring mii”. Si ibu plegmatis dengan santainya hanya menjawab “aduuh umi dah ngantuk berat nah nak, biar aja yang penting spreynya sudah di hampar. Kakak masih biasa tidur di atsnya kan? Ga usah sudah di tarik-tarik terus. Besok aja baru di hampar betul-betul, insyaAllah. Lagian ade sudah tidur, kalo di tarik lagi nanti adik terbangun, rewel dan susah lagi tidur”.  Dengan wajah manyun karena sudah kehabisan kata mungkin, ia langsung ngeloyor keluar kamar menemui abinya.
                Pernah pula dalam hal pakaian. Si anak perfeksionis, tak akan mau jika baju dan celana yang di kenakanya tidak senada dalam hal warna. Sedang si ibu plegmatis, dengan santai dan cueknya akan mengambil baju atau celana berwarna apa saja yang ia dapatkan perama kali di lemari baju si anak. Pernah waktu itu karena baju dan celana yang senada warna banyak tertinggl di rumah orangtua dan mertua si ibu, maka ketika si anak perfeksionis sudah selesai mandi dan ingin memakai pakaianya, tumpukan-tumpukan baju yang sebelumnya telah tersusun rapi, akhirnya terobrak abrik dengan sempurna. Terjadilah friksi kecil antar si ibu dan si anak. Si ibu plegmatis berkata “aduuh naak sudah di simpun, selalu di hambur”. Si anak perfeksionis dengan enteng menjawab “ aku cari celananya baju ini nah mi, nda ada yang sama dari tadi warna celananya”. Lalu si ibu plegmatis menjelaskan bahwa baju dan celana banyak yang tertinggal. Tapi dengan cueknya si anak tetap mengaduk-aduk isi lemari. Akhirnya si ibu berinisiatif untuk mengambilkan celana yang ia dapat, dengan warna hampir-hampir mirip. Tapi si anak, menolaknya. Akhirnya si ibu mengalah “ya sudah, terserah aja mau pake yang mana” (sambil berpikr bahwa hari ini ia harus menganggarkan waktunya dan tenaganya tuk merapikan lipatan pakaian yang selalu saja terbongkar berkali-kali dalm satu hari).
                Dalam masalah penampilan pun seperti itu. Si anak perfeksionis selalu mempercayakan penyisiran rambutnya kepada ibu plegmatis di karenakan kerapian dari hasilnya. Naah untuk yang satu ini ibu plegmatis bisa menyisir secara perfek (sempurna). Setelah di sisir, si anak akan mematut dirinya di depan cermin, sambil mengusap-usap rambutnya dan berkata kepada si ibunya “mi, aku ganteng kan?”(ckckck.. narsis tingkat apartemen nie anak ^^). Berkait dengan ini, pernah satu ketika salah seorang sepupunya mengusilinya, memainkan dan mengacak-ngacak rambutnya yang telah disisir rapi, maka lengkingan teriakan dan tangisnya dengan segera memecah keheningan rumah (dahsyat poko’e nangisnya). Beberapa kali sepupunya mengulanginya, maka satu teriakan yang akan ia ulangi, ”umii..sisirin lagiii….”…^^
                Si anak perfeksionis juga mempunyai punya dua jubah favorit yang paling sering mendapat jatah untuk Ia pakai sholat (karena memang baru pnya 2 ^^). Maka setelah ia pakai, ia akan ambil gantungan baju lalu ia gantungkan secara sempurna. Berbeda dengan ibu plagmatis, cukup ia buka lalu ia gantungkan di belakang pintu tanpa harus menggunakan gantungan baju,..praktis.
                Aahh perfeksionisku..titipan Rabbku, kini ia sudah dewasa. Tak terasa. Satu hal yang ia sering katakan kepada orang-orang “ aku mau jadi pemimpin, aku mau jadi ustadz, aku mau belajar ke mekkah”,..maka tetesan air mata ibu plegmatis akan turun dan berucap..amiin allohumma aamiin,..anakku syang..^^.

*Plegmatis : salah satu sifatnya adalah santai, tenang, teguh.
*Perfeksionis : keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna.

Ketika cinta menyapa!

Siapa yang tidak gembira saat hatinya disapa oleh rasa cinta? Semua orang tak terkecuali akan bahagia dan gembira menyambut datangnya rasa cinta. Terutama ketika cinta menyapa kepada makhluk yang tergolong lawan jenis, seperti dunia hanya milik berdua. (yang lain ngontrak_red: hehee)
Saat cint itu mulai menyapa, berkata-kata dan saling berbisik rahasia, melikis jutaan bait membaur bersama debarang dan dugaan. Disanalah sesungguhnya keindahan itu biarkanlah tetap bahagia, indah dalam diam.
Karena jika dua deru gemuruh itu dipertemukan ditepian pantai hatimu, dua dinding itu akn bergetar hebat. Dan istana hatimu tidak lagi diam. Istana yang dulu kokoh, dinding keikhlasan yan dulu terjaga, maka tidak lama lagi akan runtuh di lembah cinta yang tidak halal.
Berada di tengah-tengah orng yang saling mencintai tentunnya merupakan sebuah nikmat. Banyak rupa yang akan kita jumpai pada cerita tentang cinta antara laki-laki dan perempuan. Bagi masyarakat kita pada umumnya, cinta antara dua sejoli biasa diwujudkan dalam ikatan pernikahan dan pacaran. Pernikahan dalah bagi mereka yang dianggap sudah serius dan ‘cukup umur’, sedangkan pacaran bagi mereka yang merasa belum siap untuk mengikatkan diri secara serius.
Merupakan hal yang lumrah dalam pandangan masyarakat, ketika dua anak manusia berjalan berdua, bergandengan tangan, dan bermesraan meskipun tanpa adanya ikatan pernikahan. Dan itulah yang membuat hati kita miris. Bagaimana mungkin sebuah perkara yang jelas-jelas tidak halal dianggap wajar? Bahkan dihalalkan? (Naudzubillah)
Hari hari Penuh Cinta
Banyak saudara muslim kita yang telah sukses untuk mencapai sebuah titik dimana perjuangan hidup yang sebenarnya dimulai (Menikah_red). Bagi mereka, kita ucapkan
     بَارَكَاللهُ لَكَ وَبَا رَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ
“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengum-pulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.”  (HR. Penyusun-penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai dan lihat Shahih At-Tirmidzi 1/316)

Inilah cara terbaik dn terindah untuk merayakan cinta. Selamat berjuang… semoga sakinah, mawaddah, rahmah, dan barokah…. Aamiin…
Disisi lain beberapa orang ternyata juga tengah mendapatkan anugerah. Sebuah rasa luar biasa yang mampu mengubah segala hal jadi indah dalam pandangan. Sebuah rasa yang mampu memekarkan bunga-bunga di taman hati. Sebuah rasa yang mampu menghangatkan sudut-sudut hati yang dingin. Hingga ia mampu menggelorakan semangat diri untuk terus indah, mewangi, dan membuncahkan rasa di dada untuk terus memberikan yang terbaik bagi seseorang yang dicintai.
Banyak hal lucu yang kita amati dri mereka. Ada yang jadi rajin untuk merias dan mempercantik diri, ada yang jadi rajin ikut kegiatan dimana si doi ada di sana. Ada berusaha mati-matian untuk menyukai hal-hal yang disukai oleh si doi. Ada yang jadi hobi curhat sana sini dengan mata berbinar-binar jika habis berjumpa dengan si doi. Ada pula yang jadi rajin menguntit si doi (lewat FB, Twitter, Tanya sana sini, de el el).

Ketika Cinta Menyapa Para aktivis Dakwah

Virus Cinta (Virus merah Jambu) tak pandang bulu menyerang manusia, tidak terkecuali mereka yang beridentitas status ikhwan ataupun akhwat. (Ikhwan/akhwat: sebutan bagi laki-laki/perempuan yang tertarbiyah atau aktivis dakwah). Ketika virus ini menyerang “pria atau wanita”, itu sudah biasa dan sudah menjadi menu sehari-hari, akan tetapi jika yang terjangkit adalah “ikhwan atau akhwat”,  maka butuh perhatian khusus dan lebih seksama. Rasa cinta yang seharusnya diprioritaskan untuk Allah dan Rasul-Nya melenceng kepada manusia yang telah menari-nari dalam fikiran. Para Ikhwah bisa berubah menjadi “petarung” tak kenal lelah banting tulang 24 jam untuk dakwah gara-gara virus merah jambu telah menyebar ke dalam hati.
Kadang kala, para ikhwah dan akhwat tidak sadar bahwa interaksi yang intens di antara mereka menjadi awal mula tumbuhnya benih-benih virus cinta dalam hati. Dengan alasan untuk dakwah, sms pun sering dikirimkan. Belum lagi jika mendengar suara akhwat yang (mungkin sudah dari sono nya) mendayu-dayu dan merdu, maka hati ikhwah mana yang takkan luluh lantah mendengarkannya. Dinding tinggi yang susah payah di bangun selama ini akan runtuh seketika. Begitupun dengan akhwat! Wanita lebih cenderung menggunakan perasaannya dari pada akalnya. Mendapat perhatian sedikit saja dari seorang ikhwan, maka berbunga-bungalah hati nya…
Pesan singkat seperti “ukhti bangun, mari kembali bertemu dengan Allah, menyemai cinta pada-Nya”, agar sabar dan tabah menjalani jalan perjuangan, “Ukhti…. Selamat berjuang… tetap istiqomah. Semoga Allah menyertai segenap langkah dan usaha yang anti lakukan…… (bla..bla..bla…)
Awalnya mungkin bisa saja, menggap bahwa Ikhwan yang mengirim sms tersebut berniat berdakwah. Kemudian di balas syukron jazakillah… (dan bla... bla.. .bla…). Tapi seiring waktu berjalan, sang akhwat menjadi gelisah dan H2C (Harap-Harap Cemas_red) jika sehari saja tidak mendapatkan sms dari sang ikhwan… sms berbalas,  benih cinta pun bersemi… akhirnya jadilah mereka sama-sama futur.
Beruntung jika ikhwa/akhwat ketika menyadari hadirnya anugerah cinta dalam hatinya, kemudian memilih untuk menata hati atau melakukan terminasi secara baik-baik. Namun, ada pula yang terus berusaha untuk menampik adanya anugerah itu. Hingga pada suatu titik, gelombang rasa menyeruak dan membuncah dari dalam hatinya yang bisa memporak-porandakan semua nya, sebab rasa itu dipendam terlalu lama tanpa penyesalan.
Memang benar bahwa jatuh cinta pada seseorang yang belum halal bagi diri kita adalah hal yang tidak dibenarkan. Berusaha untuk membentengi hati dari hal tersebut juga merupakan perkara yang susah-susah gampang. Namun, rasa itu hadir di dalam hati manusia dan yang memiliki kuasa atas hati manusia adalah Allah Azza wa Jalla.
Jadi, akankah kita menyalahkan Allah akan hadirnya rasa cinta itu di satu sisi hati kita? Atau akankah kita terus menyalahkan diri sendiri atas “kelalaian” kita dalam menjaga hati?
Allah dan rasul-Nya telah menetapkan cara yang terbaik untuk menghalalkan rasa cinta yaitu menikah. Dengan pernikahan, anugerah cinta akan terasa semakin indah, maka kau pun akan merasakan (“Nikmatnya Pacaran Setelah Menikah” --> penulis: Salim A. Fillah). Namun bagi yang belum mampu untuk menikah, beberapa hal yang dapat membantu untuk menata hati:
  • Berusaha ikhlas dalam beribadah
  • Banyak-banyak berdo’a kepada Allah agar dilepaskan dari jeratan setan yang menyesatkan.
  •  Berusaha untuk selalu menjaga pandangan, karena pandangan adalah anak panah syaitan.
  • Menyibukkan diri dalam aktivitas dakwah dan aktivitas yang bermanfaat
  • Menjauhi musik dan film percintaan
Demikianlah, setiap manusia tentu akan mengalami namanya cinta. Dan ketika cinta itu datang pda saat yang tidak diharapkan, kemudian menyuramkan hari-harimu, ingatlah! bahwa "kedukaan" itu punya fase. kenali  fase di mana kita berada, lalu bergegaslah menuju fase dimana bisa mengobati "dukamu" itu. sadarlah bahwa kita adalah manusia, bukan malaikat yang tak punya dosa. Jadi, marilah kita menyikapi anugerah ini gunakan cara yang manusiawi dan sesuai tuntutan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.
(copas from ukhti andhyini abdillah)

Wanita Solehah, Dialah Muslimah Sejati (copas from taman hikmah islami)

Seorang gadis kecil bertanya ayahnya “ayah ceritakanlah padaku perihal muslimah sejati?”

Si ayah pun menjawab “anakku,seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata.wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil,tetapi muslimah sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi.itulah yang terbaik”

Si ayah terus menyambung
“muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersona,tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak mana kebaikan yang diberikannya ,tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujah kebenaran”

Berdasarkan ayat 31,surah An Nurr,Abdullah ibn abbas dan lain-lainya berpendapat.Seseorang wanita islam hanya boleh mendedahkan wajah,dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahram(As syeikh said hawa di dalam kitabnya Al Asas fit Tasir)


“Janganlah perempuan -perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga menghairahkan orang yang ada perasaan dalam hatinya,tetapi ucapkanlah perkataan yang baik-baik”(surah Al Ahzab:32)


“lantas apa lagi ayah?”sahut puteri kecil terus ingin tahu.
“ketahuilah muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya.
Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhuwatirannya dirinyalah yang mengundang orang tergoda.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa redha dan kehambaan kepada TUHAN nya,dan ia sentiasa bersyukur dengan segala kurniaan yang diberi”

“dan ingatlah anakku muslimah sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul”

Setelah itu si anak bertanya”Siapakah yang memiliki criteria seperti itu ayah?Bolehkah saya menjadi sepertinya?mampu dan layakkah saya ayah?”

Si ayah memberikan sebuah buku dan berkata”pelajarilah mereka!supaya kamu berjaya nanti.INSYA ALLAH kamu juga boleh menjadi muslimah sejati dan wanita yang solehah kelak,malah semua wanita boleh”

Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan berbunyi ISTERI RASULULLAH.

“Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu ,puasa di bulan ramadhan ,menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya,maka masuklah ia ke dalam syurga dari pintu-pintu yang ia kehendakinya”(riwayat Al Bazzar)

Zodiak...Bolehkah?

Ramalan Anda minggu ini:
 Zodiak: Aquarius
Pekerjaan: Mulai menjalankan pekerjaan yang tertunda.
Asmara: Patah semangat dan jenuh.
Keuangan: Rezeki yang diperoleh ternyata tidak sebanding dengan usaha yang anda lakukan.
Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, tulisan kami di atas sama sekali bukan bermaksud untuk menjadikan website ini sebagai website ramalan bintang, akan tetapi tulisan di atas merupakan kutipan dari sebuah website yang berisi tentang ramalan-ramalan nasib seseorang berdasarkan zodiak. Ya, ramalan zodiak atau yang biasa dikenal dengan ramalan bintang sudah menjadi “gaya hidup” modern anak muda sekarang. Terlebih khusus lagi bagi para pemudi (bahkan muslimah). Namun, alangkah baiknya apabila kita meninjau ramalan bintang ini berdasarkan syariat islam.
Ramalan Bintang Termasuk Ilmu Nujum/Perbintangan
Zodiak adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Zodiak yang dikenal sebagai lambang astrologi terdiri dari 12 rasi bintang (Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces). Zodiak ini biasa digunakan sebagai ramalan nasib seseorang, yaitu suatu ramalan yang didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak (disarikan dari website Wikipedia). Dalam islam, zodiak termasuk ke dalam ilmu nujum/Perbintangan.
Ramalan Bintang Adalah Sihir
Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad dengan sanad hasan). Hadits ini dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujum (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa apabila ilmu nujumnya itu bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut. Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (Qs. Al Baqarah: 102)
Ramalan Bintang = Mengetahui Hal yang Gaib
Seseorang yang mempercayai ramalan bintang, secara langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah yang mengetahui perkara gaib. Padahal Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Dia. Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Qs. An Naml: 65). Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok, sebagaimana firmanNya yang artinya “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Luqman: 34). Klaim bahwa ada yang mengetahui ilmu gaib selain Allah adalah kekafiran yang mengeluarkan dari islam.
Ramalan Bintang = Ramalan Dukun
Setiap orang yang menyatakan bahwa ia mengetahui hal yang gaib, maka pada hakikatnya ia adalah dukun. Baik dia itu tukang ramal, paranormal, ahli nujum dan lain-lain. (Mutiara Faidah Kitab Tauhid, Ust Abu Isa Hafizhohullah) Oleh karena itu, ramalan yang didapatkan melalui zodiak sama saja dengan ramalan dukun. Hukum membaca ramalan bintang disamakan dengan hukum mendatangi dukun. (Kesimpulan dari penjelasan Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dalam kitab At-Tamhid).
Hukum Membaca Ramalan Bintang
Orang yang membaca ramalan bintang/zodiak baik itu di majalah, koran, website, melihat di TV ataupun mendengarnya di radio memiliki rincian hukum seperti hukum orang yang mendatangi dukun, yaitu sebagai berikut:
Jika ia membaca zodiak, meskipun ia tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)
Jika ia membaca zodiak kemudian membenarkan ramalan zodiak tersebut, maka ia telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).
Jika ia membaca zodiak dengan tujuan untuk dibantah, dijelaskan dan diingkari tentang kesyirikannya, maka hukumnya terkadang dituntut bahkan wajib. (disarikan dari kitab Tamhid karya Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dan Qaulul Mufid karya Syeikh Utsaimin dengan sedikit perubahan).
Shio, Fengshui, dan Kartu Tarot
Di zaman modern sekarang ini tidak hanya zodiak yang digunakan sebagai sarana untuk meramal nasib. Seiring dengan berkembangnya zaman, ramalan-ramalan nasib dalam bentuk lain yang berasal dari luar pun mulai masuk ke dalam Indonesia. Di antara ramalan-ramalan modern impor lainnya yang berkembang dan marak di Indonesia adalah Shio, Fengshui (keduanya berasal dari Cina) dan kartu Tarot (yang berasal dari Italia dan masih sangat populer di Eropa). Kesemua hal ini hukumnya sama dengan ramalan zodiak.
Nasib Baik dan Nasib Buruk
Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, jika ukhti renungkan, maka sesungguhnya orang-orang yang mencari tahu ramalan nasib mereka, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka menginginkan nasib yang baik dan terhindar dari nasib yang buruk. Akan tetapi, satu hal yang perlu kita cam dan yakinkan di dalam hati-hati kita, bahwa segala hal yang baik dan buruk telah Allah takdirkan 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Nabi bersabda “Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Hanya Allah yang tahu nasib kita. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hal yang baik dan terhindar dari hal yang buruk, selebihnya kita serahkan semua hanya kepada Allah. Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath Thalaq: 3). Terakhir, ingatlah, bahwa semua yang Allah tentukan bagi kita adalah baik meskipun di mata kita hal tersebut adalah buruk. Allah berfirman yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216). Berbaik sangkalah kepada Allah bahwa apabila kita mendapatkan suatu hal yang buruk, maka pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Adil terhadap hamba-hambaNya.
***

Penulis: Abu ‘Uzair Boris Tanesia
Muroja’ah: Ust Ahmad Daniel, Lc.
(Alumni Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Sekarang dosen di STDI Imam Syafi’i Jember)
Artikel www.muslimah.or.id
(http://ikramnuh14.blogspot.com/2012/01/zodiakbolehkah.html)

Jumat, 27 Januari 2012

BISNIS Online…BISNIS Oke Looo…

            Bisnis OL atau bisnis online. Bisnis yang begitu marak akhir-akhir ini, baik itu melalui situs-situs jejaring social seperti facebook dan twitter, atau lewat blog, website-wesite bisnis, dsb. Hal ini makin membuka peluang pangsa bisnis seseorang. Jika dulunya telah memiliki toko offline yang memiliki ruang lingkup yang terbatas, maka dengan memasuki wilayah online, maka batasan itu akan terdobrak. Mengapa demikian,..? taruhlah saat ini, anda bergelut dengan bisnis offline, anda di tuntut untuk bekerja sedemikian keras untuk berpromo barang atau jasa yang anda miliki baik itu dari pameran-pameran, lewat media seperti televisi, radio, surat kabar ataupun dari mulut ke mulut. Tapi jika anda lebarkan pasar anda dengan menggunakan media on line, maka dalam sekejap anda sudah bisa menembus batas tempat dan waktu, cukup hanya dengan duduk tenang bermodalkan jaringan internet. Anda sudah bisa berselancar memasarkan produk-produk anda mulai dari pulau-pulau terpencil hingga Negara-negara maju, dalam waktu dua puluh empat jam semampu yang anda bisa. Bagaimana? Menarik bukan?
Sedikit pengenalan, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sebelum menikah adalah seorang wanita pekerja. Ketika menikah dan memiliki anak, maka saya mengambil keputusan untuk berhenti berkarier dan fokus pada dunia baru saya, yaitu “rumah tangga”. Seiring berjalanya waktu serta kondisi pada waktu itu yang mengharuskan saya untuk ikut dengan suami ke tempat yang cukup jauh dari ibu kota, menyebabkan semua aktivitas luar saya menjadi terhenti (majelis ta’lim,dsb). Di tambah pula dengan jauh dari keluarga besar serta rutinitas rumah tangga yang berjalan tiap hari tanpa ada “warna” menyebabkan kejenuhan yang cukup mengganggu. Hingga pada akhirnya seorang teman mengenalkan dan mengajak untuk masuk ke salah salah satu situs jejaring sosial milik seorang milyarder muda dengan bisnis onlinenya yaitu facebook. Berselancar di dunia online membuka mata saya cukup lebar dan meluaskan pandangan sempit saya akan lingkungan sekitar, bahwa dunia itu tidak sempit dan bahwa Allah telah memberi kemampuan bagi siapapun dan dengan status apapun untuk memberdayagunakan potensi dirinya. Maka berbekal coba-coba, saya menjajal dunia bisnis online, meskipun masih sangat baru berkenalan dengan jejaring social ini. Bukan apa-apa, jika sedang searching tentang bisnis maupun keberhasilan para pebisnis online, atau melihat beragam produk-produk yang di tawarkan di facebook, ternyata tak sedikit dari bisnis-bisnis tersebut yang di jalankan oleh para ibu rumah tangga. Dengan penghasilan yang cukup lumayan bahkan banyak yang mungkin jauh lebih banyak di banding penghasilan para suami. Dan..itupun dengan tanpa mereka harus keluar dari rumah-rumah mereka serta meninggalkan anak-anak, suami serta tugas-tugas mereka. Maka.. satu lagi yang bisa saya katakan,..bisnis online…bisnis oke kan??
            Banyak hal yang kita dapatkan dengan berbisnis online. Dari kacamata sederhana seorang ibu rumah tangga seperti saya, maka ada beberapa keuntungan kita peroleh. Yang pertama, kita tak perlu butuh banyak modal hingga persiapan yang cukup matang untuk memikirkan lokasi, karyawan, dan sebagainya. Sebagaimana saya, cukup dari rumah saja dan tanpa keluar modal besar, saya sudah mampu menjalankan bisnis online yang saya geluti. Kedua, saya tak di tuntut untuk tampil cantik, rapi dan sebagainya. Jadi, dalam kondisi baru bangun tidur pun (meminjam istilah seorang teman (maaf) “meski masih bau iler-pun” ^^), belum mandi, rambut yang kusut dan sebagainya, kita sudah bisa mengawali bisnis online ini. Ketiga, tidak terikat oleh tempat dan waktu, sehingga dalam kondisi menemani anak bermain, jalan-jalan atau makan, saya dapat menjalankan bisnis ini meski hanya lewat telpon seluler, dengan syarat, memiliki akses internet.
            Satu hal pula yang saya cermati adalah, berbisnislah atas dasar suka dan tertarik atas produk atau jasa yang ingin kita jual. Agar bisnis itu mampu bertahan lama. Jelas, karena berangkat dari hobby atau kesukaan individu. Entah itu mulai dari menjual herbal, kosmetik, peralatan rumah tangga, hingga keterampilan rumah tangga.
            Saya pun saat ini sebenarnya masih jauh dari kata berhasil, karena jujur penghasilan saya masih sangat minim di banding para pebisnis online lainya. Apalagi saya hanya berkutat dengan satu  jejaring social saja, yaitu facebook. Dunia blog yang baru saya kenal pun baru seputar copy mengcopy, itupun dengan tampilan blog yang masih sangat sederhana. Lomba blog saja, baru lomba ini yang pertama kali saya ikuti. Tapi, terlepas dari apapun itu, maka satu yang harus saya lakukan, yaitu BELAJAR. Belajar untuk mencari yang lebih baik untuk menjadi yang terbaik. Dan sekolah blog, bisa menjadi salah satu alternatif bagi saya untuk memulainya. Membuka dan mengintip situs sekolah blog pak Asri Tadda, saya menemukan banyak artikel yang berkait dengan bisnis online, mulai dari mendapat penghasilan lebih lewat blog, tips-tips enterpreunership serta istilah-istilah rumit pada bisnis online yang membuat kepala saya cukup berpikir keras ^^.              
Yang pasti, tetaplah bergerak dan teruslah berusaha!!,..selama Allah masih memberi kesehatan dan kesempatan. Bukankah di mana ada usaha di situ pasti selalu ada jalan…Man jadda wa jada..